Sinergi dan Kolaborasi Inklusi Keuangan Untuk Perekonomian Lampung

Otoritas Jasa Keuangan alias OJK Lampung terus bersinergi dengan berbagai pihak yang ada di industri jasa keuangan.

Tujuannya tak lain demi mewujudkan akses keuangan bagi semua lapisan masyarakat dan turut mendorong perekonomian daerah lebih baik lagi.

Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto membeberkan, satu di antara upaya yang dilakukan untuk mewujudkan akses keuangan adalah melalui Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diadakan rutin tiap Oktober.

Di mana untuk BIK tahun ini, OJK Lampung bersama lembaga jasa keuangan menggelar Gebyar Siger yang diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan keuangan inklusif.

“Ini upaya bersama untuk mencapai target inklusi keuangan 90 persen tahun 2024, sehingga dibuat kegiatan yang dilakukan secara masif, serentak, dan juga menghadirkan berbagai program kegiatan yang menarik masyarakat untuk mengikuti transaksi keuangan,” jelas Bambang di depan awak media di kantor OJK Lampung, Kamis (6/10/2022).

Melalui Gebyar Siger diharapkan bisa terwujud sinergi dan kolaborasi inklusi keuangan untuk perekonomian Lampung. Selain itu juga diharapkan akan ada lebih banyak masyarakat yang melakukan transaksi keuangan khususnya mereka yang belum pernah melakukan transaksi.

“Kami harapkan produk atau layanan yang diberikan oleh rekan-rekan industri keuangan baik di sektor pasar modal, perbankan, hingga nonbank merupakan produk yang menarik, mudah dijangkau, diakses dan sesuai kebutuhan masyarakat,” papar dia.

“Tidak hanya masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke atas saja yang bisa melakukan transaksi keuangan, tetapi termasuk dari keluarga pra sejahtera,” sambungnya.

Beberapa yang sudah terwujud diantaranya adalah melalui keberadaan agen Laku Pandai yang mudah diakses masyarakat di pelosok-pelosok desa.

“Yang up to date saat ini adalah bahwa kita harus menyiapkan agar pencapaian target inklusi 90 persen dan literasi 50 persen, harus dibarengi dengan kegiatan literasi digital, ini sangat urgen,” katanya.

Lembaga jasa keuangan dalam hal ini menurutnya juga harus bertransformasi menyediakan produk dan layanan yang sudah berbasis digital.

“Kita sudah dorong kebijakan-kebijakan untuk bisa melayani masyarakat secara digital di sektor jasa keuangan, apalagi masyarakat saat ini semakin melek keuangan,” ujar Bambang.

Dari skala 1 sampai 5, preverensi kemampuan masyarakat untuk menggunakan internet atau handphone sudah di angka 3 lebih.

“Ini jadi potensi untuk mempercepat literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan khususnya di Indonesia,” tandas dia.

Dia berharap dua tahun ke depan target inklusi dan literasi keuangan ini bisa diwujudkan bersama melalui bergama program yang digulirkan masing-masing industri jasa keuangan.

Empat Target

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, ada empat target sasaran BIK tahun 2022 ini dimana yang paling pertama disasar adalah perempuan.

“Kenapa perempuan ditulis di paling pertama, itu karena perempuan merupakan pengatur keuangan setiap rumah tangga sehingga perlu dibekali informasi dan inklusi keuangan yang tepat,” papar Bambang.

Selanjutnya adalah pelaku UMKM, tujuannya agar mereka dapat naik kelas dalam mengembangkan usahanya. Lalu ada sekolah dan akademisi serta kaum milenial.

“Kalangan milenial ini sangat erat dengan digitalisasi sebagai pendorong penetrasi inklusi keuangan digital,” sambungnya.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Lampung Aprianus John Risnad menjabarkan terkait rangkaian kegiatan yang digelar di BIK 2022. Di antaranya Kick Off BIK 2022 dan diskusi OJK bersama Ikatan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Lampung membahas pembiayaan melalui fintech untuk akses permodalan petani dan peternak.

Lebih lanjut akan dilakukan kegiatan Pemberdayaan Bank Sampah di Tanggamus 11 Oktober 2022 bekerjasama dengan PT Pegadaian Lampung.

Ada juga webinar untuk pesantren putri dan muslimat NU bersama Pemprov, pegadaian dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung 18 Oktober 2022 di Islamic Centre Lampung Timur.

Termasuk akan ada Gerakan Desa Sadar Asuransi. Pilot project perdananya ada di Kecamatan Rajabasa di 19 Oktober 2022 menggandeng Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan BPJSTK.

“Hingga kegiatan Investival 2022 dengan rangkaian kegiatan menarik dan terakhir acara puncak BIK 2022 di UIN Raden Intan 27 Oktober 2022 mendatang,” papar John.

Libatkan Banyak Pihak

Untuk mewujudkan akses keuangan lebih baik lagi lewat BIK 2022, OJK Lampung menggandeng berbagai pelaku industri jasa keuangan. Diantaranya BEI Lampung, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Lampung, BTN, BPR EKA, dan BPR Utomo.

Kepala BEI Lampung Hendi Prayogi mengungkap, pihaknya akan menggelar beberapa kegiatan di BIK ini. Termasuk melakukan edukasi kepada para perawat di Kabupaten Mesuji untuk paham terkait pasar modal dan waspada dari investasi bodong.

“Apalagi tengah marak di sana investasi bodong di kalangan perawat, nanti kita bersama OJK akan menggelar sekolah pasar modal sekaligus pembukaan akun 200 peserta yang dimodali Rp 100 ribu untuk tiap akun,” papar Hendi.

“Harapannya para perawat ini sudah melek tentang investasi dan paham pasar modal dan bisa langsung bertransaksi di pasar modal dengan modal yang kami berikan,” sambungnya.

Selain itu menggalakkan pasar modal syariah melalui Capital Market Goes to Pesantren. Ada dua pesantren yang akan diedukasi yakni di Tegineneng dan di Tanggamus. Juga beragam kegiatan lainnya termasuk menyasar kalangan milenial.

“Karena berdasarkan data OJK dan BEI, 70 persen dari total investor di Lampung merupakan milenial. Total investor usia 18 sampai 30 tahun sekitar 56 ribuan, makanya kami masif untuk masuk ke kampus dan sekolah,” terang Hendi.

Pihaknya menarget selama rangkaian kegiatan BIK 2022, ada pembukaan rekening efek mencapai 2.500 akun.

Ketua AAUI Lampung Robi Amsyah dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya juga akan memberikan polis dari Jasaraharja kepada pegawai-pegawai rentan yang ada di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung sebagai pilot project.

“Kegiatan ini dilakukan karena kami melihat kondisi dimana literasi dan inklusi asuransi masyarakat rendah terutama pada kaum rentan seperti petani, nelayan, buruh pasar atau pabrik, tenaga honorer maupun tenaga linmas,’ beber Robi.

Kondisi tersebut mendorong pihaknya berinisiatif untuk memberikan pengetahuan mengenai produk dengan mengadakan gerakan Desa Sadar Asuransi.

Bank Eka Bumi Artha (BPR Eka) bersama BPR Utomo dan BTN juga turut serta dalam memaksimalkan pencapaian tujuan di BIK 2022.

Bahkan BPR Eka menyasar para penghafal Alquran untuk memberikan pemahaman terkait literasi keuangan dan pembukaan rekening.

“Menanamkan kesadaran menabung dari generasi muda. Target market kami adalah mereka yang punya kelebihan sebagai penghafal Alquran agar paham keuangan, karena dunia nyata identik dengan tata kelola keuangan,” ungkap Direktur Utama BPR Eka, Eko Budiyono.

Pihaknya juga menghadirkan transaksi keuangan secara nontunai melalui Eka Pay untuk mengikuti update kekinian sehingga masyarakat bisa bertransaksi secara lebih aman dan nyaman.

Di penyaluran kredit atau pembiayaan, pihaknya juga sudah berkolaborasi dengan fintech Lahan Sikam.

“Kami sudah bekerjasama memang baru tahapan awal. Paling tidak bisa dibiayai 30-50 pengusaha mikro atau UMKM. Memang butuh prudential ekstra karena tanpa agunan, mudah-mudahan bisa lebih terakselerasi di BIK 2022 ini,” tandas Eko.

Di sisi lain, BTN bakal menghadirkan program bundling bekerjasama dengan Asosiasi REI terkait pameran expo di Lampung City Mall 25 Oktober – 7 November mendatang.

“Bakal hadir 40 pengembang perumahan subsidi dan komersil untuk membantu pengajuan KPR dengan proses yang mudah,” jelas Pimpinan Cabang BTN Lampung Bryan Andria Wijaya.

Termasuk dalam hal ini BTN memiliki layanan digital lewat aplikasi btnproperti.co.id untuk masyarakat bisa mengakses secara lebih cepat dan mudah terkait permohonan KPR, cek promo, dan lainnya.

“Kami juga ada program akad masal dan menargetkan akad masal KPR sampai 100 unit di 28 Oktober 2022,” tandas dia.

Untuk di fintech peer to peer (P2P) lending Lahan Sikam sendiri, memperlihatkan pertumbuhan layanan keuangan secara online yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Ini secara tidak langsung memperlihatkan masyarakat yang kian melek digital termasuk dalam memanfaatkan layanan pinjaman online yang legal.

Direktur yang juga Co- Founder Lahan Sikam Ade Sumaryadi mengatakan, pinjaman online yang disalurkan melalui Lahan Sikam di Lampung bahkan mencatatkan pembukuan fantastis mencapai Rp 168,5 miliar hingga Agustus 2022.

Diakuinya, sebagai perusahaan rintisan yang bergerak di bidang jasa keuangan berbasis teknologi, pihaknya telah memiliki ribuan peminjam (borrower) aktif.

“Sebanyak 3.706 peminjam aktif dikelola di Lahan Sikam dengan 8.096 akun pinjaman yang sudah terdanai (jumlah transaksi) hingga 12 Agustus 2022,” beber dia.

Dari angka tersebut, sebanyak 97,17 persen borrower tertib melakukan pembayaran. Tentu persentase tersebut secara tidak langsung memperlihatkan betapa tingginya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya pasca peminjaman dana.

Sementara untuk borrower bermasalah, diakuinya akibat dari beberapa sektor ekonomi yang masih terdampak pandemi sehingga pemulihannya berjalan agak lambat.

“Di fintech P2P lending yang fokus penyaluran produktif memang penyelesaian borrower bermasalah tidak secepat dibanding fintech p2p lending yang fokus di pembiayaan multiguna,” paparnya.

Secara spesifik, portofolio Lahan Sikam hampir semua bermain di pembiayaan produktif. Yakni calon peminjam atau borrower adalah wirausaha atau pelaku usaha. Baik itu pemilik warung, CV, PT, atau usaha dagang (UD).

“Di website kami akan ada penjelasan projectnya apa, kebutuhan pendanaannya berapa, bagi hasilnya berapa dan lokasi usahanya dimana, dan lainnya,” ujar Ade.

Proses peminjaman hingga dana diterima borrower juga terbilang cepat maksimal hanya 3 hari.

Dalam hal ini, kehadiran Lahan Sikam tentu turut memberi andil positif terhadap keuangan yang inklusif di Bumi Ruwa Jurai. Dengan menyediakan akses keuangan secara online bebas ribet tak berbatas ruang dan waktu, serta aman karena dijamin OJK.